Mengenal ciri-ciri kosmetik serta efek yang mungkin ditimbulkannya pada tubuh, agar dapat cerdas memilih produk yang aman.
Tips Viral - Kosmetik yang diyakini banyak orang sebagai penunjang daya tarik, tak selamanya membuat orang tampil memikat. Kalau tak teliti memilih, bisa-bisa bukan penampilan menarik yang didapat, tetapi kecewa berlipat.
Kosmetik seolah sudah tak dapat lagi lepas dari kehidupan manusia, tak peduli lelaki ataupun perempuan. Sayangnya, tak ada satu pun kosmetik yang seratus persen aman. Memang, ada atau tidaknya efek pemakaian kosmetik juga tergantung pada sensitivitas tubuh seseorang.
Viral: Panduan Praktis Memilih Kosmetika untuk Bayi
Kosmetik dan Kulit
![]() |
Ilustrasi - Ist. |
"Jadi, sebetulnya mustahil ada kosmetik yang aman digunakan oleh semua orang. Soalnya, kosmetik itu, kan, diproduksi secara massal, sementara masing-masing orang memiliki sensitivitas kulit yang berbeda," papar Dr. Sjarif M. Wasitaatmaja, DSKK.
Dikatakan Sjarif, dari jenis kulit saja, tiap orang memiliki perbedaan. Secara umum, jenis kulit dibedakan berdasarkan kandungan minyak, usia, dan warnanya. Berdasarkan kandungan minyak, kulit manusia dibagi menjadi kulit normal, berminyak, dan kulit kering.
"Jenis kulit yang lebih sensitif adalah kulit kering," ujar dokter spesialis kulit dan kelamin ini.
Kulit kering memiliki sedikit kandungan minyak, padahal minyak sangat penting untuk melindungi kulit dari bahan yang merusak kulit. "
Misalnya saat kulit terkena debu. Karena minyak yang terdapat pada kulit akan menahannya di permukaan kulit sebelum dapat menembus bagian yang lebih dalam," tutur Sjarif. Sebaliknya, pada kulit kering, debu yang menerpa langsung menempel pada kulit.
Menurut warnanya, kulit dapat dibagi menjadi kulit putih, hitam, sawo matang, dan kuning. Ternyata, yang paling sensitif terhadap sinar ultra violet adalah jenis kulit putih.
"Soalnya jenis kulit ini memiliki jumlah pigmen yang lebih sedikit. Akibatnya, orang berkulit putih akan cenderung cepat mengalami penuaan dini," ujar Sjarif. Jika terlalu banyak terkena sinar matahari, kulit akan cepat keriput dan elastisitasnya berkurang atau menjadi lembek.
Sedangkan berdasarkan penggolongan usia, ada jenis kulit bayi, remaja, dewasa, dan orang tua. Di antara keempat jenis ini, bayi memiliki kulit yang paling sensitif.
Pasalnya, "Kulit pada bayi belum memiliki proteksi atau pelindung. Selain itu, kulitnya masih tipis."
Viral: Tips Memakai Parfum Agar Hasilnya Maksimal
Fungsi Menyembuhkan
![]() |
Ilustrasi - Ist. |
"Artinya," kata Sjarif, "sekarang kosmetik tak hanya berfungsi untuk menghias. Contohnya lipstik yang tak lagi hanya untuk pemerah bibir, tapi juga melindungi dari sinar matahari dan kekeringan kulit."
Kosmetik kini juga diyakini mengandung zat aktif yang terdapat pula pada obat, tapi dengan batasan tertentu dan diharapkan tidak berisiko jika digunakan secara normal maupun tidak normal.
"Terlebih lagi, kosmetik biasanya digunakan tanpa batas. Karena biasanya dosis bahan aktif yang dikandungnya pun hanya sedikit, lebih rendah dari yang dikandung pada obat," ujar Sjarif.
Meski demikian, ada saja produsen "bandel" yang memberi dosis tinggi pada kosmetik seperti kandungan bahan pada obat. Oleh karena itu, untuk menghindari efek samping atau gejala toksis yang bisa timbul, "Konsumen disarankan menguji dulu kosmetik yang akan digunakan."
Cara yang paling sederhana, saran Sjarif, adalah dengan mengoleskan kosmetik pada lengan di balik siku. Kenapa di situ? "Soalnya karakter kulit di daerah yang paling mewakili karakter kulit secara keseluruhan dari orang yang bersangkutan," jelas Sjarif.
Nah, jika setelah diuji terjadi efek samping seperti iritasi, alergi, kulit menjadi kemerahan, atau efek lainnya, "Maka penggunaannya sebaiknya dihentikan."
Viral: 5 Fakta Menarik Tentang Manfaat Positif Gosip
Efek Samping Kosmetik
![]() |
Ilustrasi - Ist. |
Ada beberapa efek samping pada kulit, mata, rambut maupun kuku yang dapat ditimbulkan oleh kosmetik, antara lain menimbulkan alergi, iritasi, menimbulkan jerawat, terjadi fotosensitivitas pada kulit, flek hitam, kerontokan, kerusakan kuku, dan lainnya.
Kosmetik juga dapat menimbulkan gejala toksis, yaitu efek kosmetik yang mengganggu organ dalam tubuh. Inilah sebagian dari efek samping yang mungkin muncul.
Alergi Kontak
Efek alergi timbul jika kulit bersentuhan dengan zat alergen. Gejala awalnya biasanya terasa gatal di kulit. Lantas berkembang menjadi kelainan kulit yang lebih jelas seperti kemerahan atau bintik-bintik. Contoh efek alergi ini bisa ditimbulkan paraphenildiamin yang terdapat pada cat rambut.Iritan Kontak
Apabila kulit terasa perih setelah menggunakan kosmetik, mungkin Anda mengalami efek iritan. Efek iritan dapat ditimbulkan oleh heksaklorofen atau natrium lauril sulfat. Bahan-bahan ini biasa terdapat pada sabun anti-mikroba.Acne Cosmetica
Ada kalanya jika tak cocok dengan suatu jenis kosmetik, kulit menjadi berjerawat. Contoh bahan yang menimbulkan jerawat adalah lanolin atau petrolatum yang banyak terdapat pada minyak rambut. Apalagi pada penggunaan minyak rambut berlebihan, sampai belepotan, misalnya. Biasanya jerawat akan timbul pada daerah sekitar rambut.Fotosensitivitas
Jika setelah mengoles atau membubuhkan kosmetik, kulit menjadi merah di bawah sengatan sinar matahari, dipastikan Anda mengalami efek fotosensitivitas. Efek ini biasanya ditimbulkan oleh bahan-bahan yang dikandung parfum seperti minyak bergamot. Kosmetik yang menggunakan alkohol sebagai pelarut juga dapat menyebabkan efek ini.Pigmented Cosmetic Dermatosis
Gejala awalnya adalah timbulnya flek hitam pada kulit dikarenakan kulit menjadi lebih berpigmen. Untuk menghindari efek ini, sebaiknya hindari penggunaan kosmetik yang mengandung pewarna brilliant red.Viral: Tips Mengelola Rekening Bersama Suami-Istri
Gejala-gejala Toksin
![]() |
Ilustrasi - Ist. |
"Juga terjadinya kerusakan dan perubahan warna kuku," ujar Sjarif.
Jika efek samping itu mengenai mata, maka akan timbul rasa tersengat atau terbakar, infeksi pada kelopak atau bola mata, atau alergi pada lapisan luar mata. Selain itu kosmetik yang tak aman juga bisa menimbulkan sesak nafas, serangan asma, dan rhinitis alergica.
Tak hanya efek samping seperti dijelaskan di atas, kosmetik bisa juga menimbulkan gejala toksin.
Biasanya diikuti dengan perubahan denyut jantung, perubahan frekuensi pernafasan, perubahan irama dan denyut nadi, serta perubahan sistem pencernaan dan sistem urogenital. Kendati tak sering ditemukan, gejala ini tetap harus diwaspadai.
"Misalnya, dengan mencermati beberapa bahan yang berbahaya, seperti merkuri yang dapat terserap oleh kulit dan masuk ke darah, lalu dapat merusak ginjal dan hati. Atau juga bahan heksaklorofen yang dapat mengganggu saraf pusat," jelas Sjarif.
Viral: 5 Fakta Menarik Tentang Manfaat Positif Gosip
Ciri-ciri Kosmetik yang Aman
![]() |
Ilustrasi - Ist. |
"Biasanya kosmetik yang aman akan mencantumkan petunjuk yang jelas tentang fungsinya, misalnya sebagai pembersih kulit, pelembap, atau lainnya," rinci Sjarief.
Spesifikasi golongan pengguna pun jelas. Apakah kosmetik itu ditujukan untuk orang dewasa, bayi, atau remaja. Digunakan untuk orang berjenis kulit normal, kering, atau berminyak. Sebab, tidak ada kosmetik yang aman digunakan untuk segala usia, karena kondisi kulit tiap golongan usia berbeda.
Memang jika remaja menggunakan kosmetik bayi, mungkin tak terlalu masalah.
"Tapi sebaiknya bayi jangan diberi kosmetik golongan lain, karena kulit bayi belum memiliki proteksi. Jadi, penggunaan bedak remaja pada bayi sebaiknya dihindari," tegas Sjarif.
Ciri lainnya adalah mencantumkan kandungan bahan kosmetik. Peringatan khusus pun biasanya diberitahukan. Misalnya kosmetik itu tak diperkenankan untuk anak di bawah usia tertentu. Tak lupa tanggal kadaluarsa pun harus diperhatikan.
Hal penting lainnya adalah tercantumnya nama dan alamat pabrik yang memproduksi kosmetik tersebut.
"Sehingga jika ada komplain, masyarakat bisa langsung menghubungi alamat yang disediakan. Semua ciri penting yang harus diperhatikan konsumen itu biasanya dicantumkan pada kemasan kosmetik," lanjut Sjarief.
Selain itu, komposisi bahan kosmetik biasanya terdiri dari bahan bahan pelarut, bahan aktif, pewangi, dan pewarna. Untuk pelarut, Sjarif menyarankan untuk memakai yang menggunakan bahan air. Bukan alkohol atau minyak.
"Pasalnya, alkohol memiliki daya iritasi yang tinggi, sedangkan minyak selain lengket juga bersifat panas," ujar Sjarif. Nah, sudah amankah kosmetik yang kini Anda gunakan?*
KOMENTAR